Friday, January 27, 2017
Ikhlas
Entah apa yang ingin dibagi kali ini. Cuma pengen iseng aja nulis ga jelas. Jawaban dari Rindu sama Po menyambung blog sebelumnya sudah terjawab dan berakhir. Memang lebih baik mengakhiri hubungan yang sudah jelas tidak akan terselamatkan. Sakit sudah tentu, sedih pun pasti. Apalagi dikarenakan kehadiran dari orang ketiga. Entah kenapa rasanya aneh untuk kali ini. Ternyata yang dihadapi tidak seperti sebelumnya dan bahkan diluar perkiraan. Mungkin orang bilang aku gila dan bodoh karena melepaskan begitu saja dan mengalah seperti orang idiot. Kalo ditanya sebenernya gimana perasaan sama dia, sudah pasti aku akan mengatakannya dengan pasti dan jelas kalo aku memang menyayanginya. Sangat menyayanginya. Namun entah kenapa lagi-lagi aku mengalah untuk yang kesekian kalinya. Rasanya lelah sekali merasakan semua ini sendiri. Tanpa ada seorang pun yang memahami. Memang dia lebih cocok dan lebih baik dengan wanita itu. Terjawab sudah semua pertanyaan yang selama ini mengganjal di hati dan pikiran walaupun jawaban ini didapat tidak dari orangnya langsung melainkan fakta yang ada.
Thursday, July 7, 2016
Rindu
Rindu, satu kata namun dapat membuat uring-uringan orang yang merasakannya. Hihihi.. Yaaa..satu kata itu yang mewakili perasaanku saat ini. Hari ini tepat dengan ulang tahun papa. 16 tahun lalu pada tanggal ini kami masih bisa berkumpul sekeluarga, berdoa bersama, tiup lilin dan potong kue bersama. Itulah cara keluarga sederhana kami merayakan ulang tahun siapapun dari anggota keluarga kami. Tidak perlu makan mewah, cukup dengan adanya tart, doa bersama juga makanan kesukaan yang ulang tahun sambil berkumpul bersama sudah membuat moment hari lahir kami masing-masing menjadi sangat istimewa. Its okay, walaupun papa udah ga ada tapi kami masih bisa tetap selfie kok kayak yang aku lakukan kemarin dengan adikku. Selfie di makam, tidak peduli diliatin orang yang penting mah selfie. Hihihihi..
Tepat juga hari ini merupakan hari Lebaran kedua tahun ini. Seperti Lebaran tahun-tahun sebelumnya semua yang merayakan hari ini pun posting berkumpul dengan keluarganya, ucapan2 ala mereka, check in di mesjid, posting makanan khas keluarga mereka, dan masih banyak lagi. Ga sedikit juga yang posting foto dengan pasangannya. Terlihat bahagia dan ceria. Tiba-tiba hari bertanya, 'Tuh mereka foto sama pasangannya dan bahagia untuk posting alias pamer. Kamu sendiri gimana?' Setelah pertanyaan itu muncul yang ada cuma bisa senyum aja. 'Seandainya aku bisa seperti mereka. Hehehe..' Entah apa alasan Po ga mau foto bareng. Mungkin hanya tidak ingin pamer karena dy memang bukan tipe yang narsis, bagi dy ga perlu lah postin2 atau pamer gitu. Yang penting kan saling jaga hubungan ini. Ya..alasan yang sangat masuk akal, tapi aku kan juga perempuan biasa yang kadang ingin posting juga. Hihihihi..dasar perempuan! Hahahaha.. atau ada alasan lain, yaitu supaya tidak ada jejak sama sekali ketika nanti suatu saat hubungan ini berakhir, dan supaya lebih gampang untuk melupakan. I dont know..but I must be positive thinking. Hihihihihi..Kita lanjut ke cerita Po dan Angel ya.
Kemarin ada kejadian yang bikin nyess banget. Ceritanya lagi cerita aja sama Po soal temen yang baru aja putus tunangannya. Karena ceweknya cuma mikir soal uang aja. Ini adalah tunangan yang kedua, sedangkan yang pertama ga jadi karena ditinggal kerja eh si cewek malah ngekos sama laki-laki lain. Daaaaaan..Po membalas chat aku.
Po
Tunangan sama sayang aja. Gimana? Hehehe
Angel
Diih..emg sayang mau akunya gt?
Po
Emg knp sayang?
Angel
Sayangnya udh ga sayang lg yaa sama aku? Hehehhe
Po
Bukan gitu sayang
Aku sayang kamu
Tapi emg sayang ga pengen nikah? Hehehe
Angel
Semua org kan pasti mau nikah
Po
Iya sayang
Angel
Lalu?
Po
Sayangnya?
Angel
Kok aku?
Po
Sayangnya ga pengen?
Hehehhee
Jangan mikir aneh2 sayang
Aku cuma nanya aja ko
Angel
Iya pasti kan pengen nikah
Po
Sayangnya kapan?
Angel
Semua org juga gt kan?
Nunggu sayang dpt cewek yg sholeha
Tapi kalo sayang udh ketemu atau udh ada calon dan udh dikenalin ke kelarga sayang gpp kok
Klo sayang jg skg udh ga sayang lg dan udh ga ada rasa sama aku jg gpp..aku terima kok..seharusnya kan sayang dpt yg lebih baik dr aku..Yg lebih sepantaran..
Po
Aku sayang sama kamu
Doraemon
Angel
Sayang capek ya sama aku? Atau bosen?
Sayang udg pasti ya sama yg waktu itu dandanin adek? Atau sama Raina? Atau sama cewek Jogja? Atau mereka ini 1 orang? Hehehe
Klo kita ga mungkin ya sayang? Hehehehe..Iya ya..ga mungkin ya sayang..udah beda juga
iiih..Sedih..Hehehhee
Po
Ngga capek sayang
Sayangnya jangan mikir yg macem2
Beberapa menit ga di bales chatnya Po.
Po
Sayaaaaang
Aku
Iya sayang
Po
Sayangnya kenapa?
Aku
Gpp sayang
Tiba-tiba setelah di chat gitu sama pacar sendiri rasanya gimanaaaaaa gitu. Iya ga siy? Atau memang aku yang lebay? Hahahahaha..Entahlah..Tiba-tiba juga langsung kepikiran dan menarik kesimpulan sepihak kalo Po memang tidak berniat untuk ke arah sana dengan Angel. Ga tau kapan hubungan ini akan berakhir dan ga tau juga akan berakhir seperti apa dan gimana. Hanya Tuhan yang tahu skenario ini. Semoga dapat berakhir dengan baik tanpa ada kekesalan, pertengkaran, saling menyakiti. Better jangan Po yang merasa tersakiti. Hehehehe..
Friday, June 24, 2016
Sepenggal Kisah Part 2
Begitu dalam rasa yang kita miliki untuk orang lain, bisa menutup mata dan telinga yang kita miliki. Seperti halnya rasa yang dimiliki oleh Winnie kepada Po. Mungkin Po tidak tahu betapa besar dan dalam rasa yang dimiliki Winnie kepadanya. Mungkin Po juga belum bisa percaya begitu saja ketika Winnie mengungkapkan rasa itu. Bagi Winnie, Po sudah merubah Winnie. Banyak pengaruh positif yang diterapkan Winnie ketika mengenal dan dekat dengan Po. Winnie yang coffee addicted berubah menjadi Winnie chocolate and milk lovers. Yang biasanya setiap hari selalu minum black coffee, sekarang minum susu dan lebih banyak minum air putih. Winnie yang sering makan indomie saat ini menjadi Winnie yang makan indomie hanya 1 kali dalam sebulan. Winnie menjadi lebih bahagia, semangat dalam beraktivitas, dan kembali lagi menjadi Winnie yang ceria dimana senyum yang dia punya sering dipamerkan dan diperlihatkan kepada orang-orang di sekitarnya. Sampai-sampai ada beberapa temannya yang mengatakan "Sekarang makin cantik deh. Inner beauty-nya cetar banget. Bahagia banget ya sama yang sekarang?" Setiap dipuji seperti itu, Winni tersenyum dan tak lupa untuk bersyukur dalam hatinya sambil bilang "Masa siy? Makasih ya pujiannya. Iya bahagia banget." Lalu beberapa teman mengatakan "Pasti yang sekarang lebih baik dibanding sebelumnya. Dia pasti orang baik." Dengan penasaran atas ungkapan itu Winnie bertanya kembali "Orang baik? Tau dari mana? Kan belum pernah ketemu." Dengan senang temannya menjawab "Iya, dia pasti orang baik karena bisa bikin kakak cetar dan cantik kayak sekarang. Kakak jadi keliatan fresh banget. Aku doain Kak supaya langgeng sama yang sekarang dan supaya jadi seterusnya sampe nyebar undangan. Aamiin." Dengan senyum cerianya Winnie mengatakan "Aamiin. Makasih ya buat doa dan pujiannya. Dia memang baik, sangat baik."
Dibalik itu Winnie pun menyadari kalau dia bukan satu-satunya wanita bagi Po. Bisa jadi Po merasa sepi dan Winnie menjadi teman di kala sepi melanda. Entah apa yang dirasakan Po. Hanya Tuhan dan Po yang tahu bagaimana dan seperti apa perasaan Po sebenarnya. Di satu sisi Winnie sangat bahagia menjadi bagian dalam hidup Po namun tidak naif juga Winnie pun terkadang merasa sedih dan perih atas kenyataan itu. Terkadang Winnie curious dan masih curious dengan sosok wanita yang memilliki ID Line 'Sayangnya Aku'. Hati Winnie kadang bertanya 'Sebesar itukah rasa sayang yang dimiliki Po untuk wanita itu sampai-sampai ID Linenya diubah? Benarkah Po menyayangi aku, Tuhan? Benarkah semua ucapan Po? Tuhan, hilangkan iri yang aku rasakan ini. Sungguh bahagianya wanita itu.' Namun Winnie tidak bisa memungkiri rasa sayang yang dia miliki untuk Po. Wanita mana siy yang ga mau namanya disimpan dengan nama unik/nama kesayangan pacarnya. Winnie tidak bisa berbuat apa-apa. Dia hanya bisa menghela napas sejenak dan panjang ketika pertanyaan-pertanyaan itu muncul. Winnie hanya tersenyum dan selalu berusaha menjadi yang terbaik juga memberikan yang terbaik serta melakukan yang terbaik yang bisa dia lakukan semaksimal mungkin. Ketika rasa iri dan pertanyaan itu muncul, yang dilakukan Winnie hanya menutup mata, menghela napas panjang beberapa kali, dan membayangkan Po tersenyum untuknya sambil menguatkan diri juga mengatakan kepada dirinya sendiri kalau Winnie kuat, everything is okay, and I'll be fine. Dan membayangkan ada papa yang memeluknya dengan segala kehangatan yang membuat Winnie tenang. Ya..seperti itulah almarhum papa menenangkan Winnie. Dengan pelukan hangatnya dan kata-kata papa yang selalu membuatnya tenang ("Anak papa harus kuat, pasti bisa. Everything is okay, I'm here and you will be fine."). Seperti inilah yang selalu dilakukan Winnie ketika menghadapi situasi yang kurang baik.
Saturday, June 18, 2016
Sepenggal Kisah
"Sayang, pinjem charger
dong. HP aku lowbat niy." Ujar Po.
"Iya sayang, ambil aja
ya." Jawab Winnie yang lagi mandi. Sambil nunggu Winnie mandi, Po
tidur-tiduran dan nonton tivi. Setelah Winnie mandi saat ingin ngobrol, yang
ditemukan ternyata laki-laki kesayangannya terlelap tidur. Winnie duduk di sebelahnya sambil menatap kekasihnya dan tersenyum. Sesaat Winnie mengatakan 'Tuhan, aku sayang sama
lelaki ini.' tentunya dalam hati. Di luar geluduk sudah mulai berdentam, dan Winnie membereskan barang-barangnya karena ingin pulang setelah Po bangun.
Ketika sedang membereskan tisu yang ada di samping HP Po, tiba-tiba ada message
line yang masuk. Otomatis dan spontan mata Winnie tertuju ke HP itu.
Sayangnya Aku
Tayaaaaaang <3 <3 <3
'Whaaaaaatt?? Who is she?
What the hell??' ujar Winnie dalam hati yang terduduk setelah membaca previous
message itu. 'Ternyataa..Po sama aja dengan Kebo. Kenapa Tuhan? Kenapa gini.'
Beberapa butir air mata jatuh dan Winnie langsung menyeka air matanya karena dia
ga mau Po melihat air mata itu. Seketika hujan deras jatuh membasahi bumi.
Langit pun mengerti dengan hatinya. Saat gluduk berdentam keras, Po terbangun
dari tidurnya.
"Sayang, kok duduk
disitu siy? Duduk sini sayang. Di lantai kan dingin." Lalu Winnie tersenyum dan duduk samping Po. Po melihat ada yang aneh dengan raut muka Winnie.
"Sayang, kamu
kenapa?" Tanya Po sambil meraih wajah kekasihnya.
"Aku gpp kok.
Hehehehhee." Jawab Winnie sambil memaksakan senyumnya agar terlihat
biasa.
"Bener gpp?" Tanya
Po memastikan dan dijawab dengan anggukan kepala dari Winnie. Winnie pun tidak
kuat menahan sedih dan sakitnya ini. Dia masih shock dengan apa yang dia temukan. Lalu Winnie memeluk Po dan menyembunyikan kepalanya di punggung Po. Air
mata pun ikut menetes sama seperti hujan yang turun semakin deras. Winnie berusaha untuk segera menghapusnya.
"Sayang, kamu
kenapa?" Tanya Po cemas.
"Aku gpp kok. Aku mau
tanya boleh?" Tanya Winnie masih sambil memeluk Po.
"Iya sayang.
Kenapa?"
"Kamu sayang sama
aku?" Tanya Winnie.
"Iya sayang. Kenapa emangnya?"
"Beneran?"
"Iya sayangku. Kamu
kenapa ih?" Tanya Po yang mulai cemas dan ngerasa ada yang ga beres sama
kekasihnya. Lalu Po meraih wajah Winnie. Winnie pun tersenyum dan berusaha senormal mungkin.
"Kamu kenapa
Sayang?" Tanya Po yang dijawab dengan senyuman dan gelengan kepala Winnie. Lalu Po mengecup bibir Winnie cukup lama. Rasa sakit yang dirasa makin menjadi.
"Yuk siap-siap. Aku
laper, kita maem yuk!" Ajakan Winnie setelah Po selesai menciumnya.
"I love you." Ujar
Po yang sekali lagi mencium bibir Winnie. Tak lama mereka sedikit hujan-hujanan
untuk sampai ke tempat makan. Sesampainya di tempat makan Winnie hanya memandang wajah Po dan agak diam dibanding biasanya. Po sedang mengecek HPnya dan senyum
sekilas. 'Mungkin Po baru baca pesan itu dan membalasnya. Tuhan, kuatkan aku.' ujar hati Winnie .
Betapa sakit rasa itu dan Winnie senang melihat senyum di wajah Po walaupun senyum itu bukan untuknya. Po masih ada yang ga biasa dengan Winnie.
"Sayang, kamu
kenapa?" Tanya Po sambil menggenggam tangan Winnie.
"Gpp kok. Emang aku
kenapa?" Tanya Winnie sambil menarik tangannya dan mengecek HPnya. Setelah
selesai makan Po mengantar Winnie untuk mendapatkan bis karena Winnie harus pulang. Rasa penasaran itu semakin menjadi dan Winnie mengumpulkan keberaniannya untuk bertanya. Tiba-tiba Po menggandeng tangan Winnie padahal biasanya kalo lagi
nunggu bis ga pernah menggandeng tangan Winnie.
"Sayang.."
ujar Winnie.
"Iya sayang."
sahut Po sambil memandang mata Winnie.
"Aku mau tanya. Tapi
jangan marah ya.." sahut Winnie.
"Iya sayang mau tanya
apa?"
"Mmmm..janji jangan
marah dan jawab jujur yaa."
"Iya sayangkuuu. Kenapa
sayang?" Tanya Po sambil menggenggam kedua tangan Winnie. Winnie menatap
mata Po, begitu pun dengan Po.
"Kamu sayang sama
aku?" Tanya Winnie.
"Iya sayang, aku sayang
kamu."
"Beneran?" Tanya Winnie lagi.
"Iya sayang. Aku sayang
kamu. Sayang banget. Kenapa siy Sayang? Kok nanya gitu terus?"
"Mmmm..Tadi yang di line
siapa?"
"Line? Line yang
mana?" tanya Po sambil mengerutkan kening.
"Yang di Line. Yang ID
linenya 'Sayangnya Aku'. Itu siapa?" Po kaget dengan pertanyaan itu dan
sedikit terbelalak. 'Dari mana Winnie tau?' ujar hati Po.
"Itu bukan siapa-siapa
sayang." Jawab Po sambil menatap dalam mata Winnie.
"Boong. Hayoo..aku gpp
kok. Dia siapa?" Tanya Winnie sambil tersenyum.
"Itu tuh bukan
siapa-siapa. Cuma temen aja." Lalu Winnie sambil tersenyum menatap Po.
"Siapa? Namanya
siapa?" Tanya Winnie.
"Cuma temen sayang.
Bukan siapa-siapa. Sumpah."
"Namanya siapa?
Rumahnya dimana?" Tanya Winnie.
"Ga tau. Ga punya
nama." Jawab Po.
"Ooow..jadi ga punya
nama ya, makanya ID linenya dikasih nama 'Sayangnya Aku'?" Tanya Winnie sambil tertawa kecil.
"Hm..udah ih ga usah
dibahas. Aku ga ada apa-apa sama dia. Cuma temen aja."
"Aku ga apa-apa. Dia
siapa? Ga mungkin kan cuma temen tapi nama IDnya gitu? Aku gpp kok, beneran."
"Udah ah, nanti kamu
nangis ih." Ujar Po.
"Aku janji ga nangis.
Beneran deh. Janji ga nangis." Jawab Winnie sambil senyum dan mempererat genggamannya. Po hanya terdiam menatap Winnie.
"Dia kuliah ya?" Tanya Winnie.
"Hm..iya." Jawab
Po singkat.
"Kalian kenal dimana?
Dia kuliah dimana? Rumahnya dimana? Namanya siapa?" Tanya Winnie tetap dengan senyum.
"Aku kenal di chat. Dia
di Jogja. Udah ih, cuma temen aja. Aku ga ada apa-apa sama dia. Sumpah."
Ujar Po.
"Oww..kenal di chat.
Cantik ya? Mau liat fotonya dong." Ujar Winnie.
"Ga tau. Aku juga belum
pernah ketemu. Aku ga ada apa-apa sama dia. Sumpah."
"Kamu sayang sama
dia?"
"Ga. Aku ga ada
apa-apa. Aku sayang sama kamu."
"Hehehehe..kalo kalian
pacaran juga gpp kok. Aku gpp, beneran. Aku ga nangis kan? Namanya siapa? Udah
berapa lama sama dia?"
"Ga tau, aku ga ada
apa-apa sama dia. Belum pernah ketemu juga. Aku sayang sama kamu." Ujar
Po. Lalu Winnie hanya tersenyum sambil menatap Po. Po mempererat genggamannya. Winnie masih diam dan tersenyum sambil menatap mata Po.
"Hmm..Udah lumayan
lama. Sebelum sama kamu, aku sama dia. Sekitar 6 bulan." Kata Po
bersalah.
"Aku cuma sayang sama
kamu. Demi Allah aku sayangnya cuma sama kamu." Ujar Po meyakinkan dan Winnie hanya tersenyum.
"Hehehehehe..makasih ya
udah sayang sama aku." Ujar Winnie.
"Ya Allah, beneran aku
cuma sayang sama kamu. Demi Allah cuma kamu yang aku sayang." Ujar Po
meyakinkan Winnie dan mencium tangan Winnie. Winnie hanya tersenyum dan tetap memberikan perintah dengan tegas kepada otaknya untuk tidak menjatuhkan air
mata.
"Aku mau peluk kamu.
Aku mau cium kamu." Ujar Po dan Winnie hanya tersenyum.
"Tuh bisnya udah
dateng." Sahut Po.
"Tapi kan ceritanya
belum selesai. Namanya siapa?" Tanya Winnie.
"Udah ih, nanti bisnya
lama lagi."
"Gpp naik yang nanti aja atau nanti naik taksi."
"Naik ini aja biar ga kemaleman. Aku khawatir kalo kamu pulang malem." Ujar Po. Lalu Po dan Winnie saling menatap dalam mata satu sama lain. 'Tuhan, aku sayang dia.' ujar hati Winnie. Winnie pun menuruti Po.
"Gpp naik yang nanti aja atau nanti naik taksi."
"Naik ini aja biar ga kemaleman. Aku khawatir kalo kamu pulang malem." Ujar Po. Lalu Po dan Winnie saling menatap dalam mata satu sama lain. 'Tuhan, aku sayang dia.' ujar hati Winnie. Winnie pun menuruti Po.
"Okay aku naik sekarang
nanti cerita ya."
"Iya nanti
cerita." Ujar Po. Lalu Winnie segera naik bis itu. Setelah duduk Winnie menatap Po yang masih menunggu di luar sana sambil menatap Winnie khawatir. Sesaat
bis pun jalan dan air mata yang dari tadi ditahan pun dengan derasnya membasahi
pipi Winnie. Winnie tidak pernah menyangka akan seperti ini. Tidak pernah
terbayang Po akan seperti ini. Hubungan terakhir sebelum dengan Po, Winnie pun
menjadi korban. Pacar sebelumnya, Kebo, selingkuh dengan cewek lain, dan sekarang
dengan Po, Winnie yang menjadi selingkuhan. Ironis. Po tidak langsung pulang
karena harus mengambil motor di penitipan motor. Po sangat merasa bersalah dan
khawatir dengan Winnie. HP Winnie memberikan notifikasi
line. Ternyata dari Po.
Po
Ati2 ya sayang
Po
Yg itu tuh cuma temen aku aja
Po
Sumpah yg aku sayang skrg ini
cuma kamu aja
Po
#stickerlipskissing
Winnie pun membalas line itu.
Winnie
Ati2 ya pulangnya. Namanya siapa?
Po membalas line itu.
Po
Jangan jadi pikiran buat sayang
Po
Aku cerita ke mama aja pacar aku
yg rumahnya di Jakarta
Winnie membalas line Po.
Winnie
Namanya siapa?
Po
Aku sayang kamu
Winnie
Aku gpp sayang. Wajar kok kalo
kamu punya pacar yang lain. Aku ga minta apa-apa. Aku cuma mau temenin kamu aja
kok. Biar kamu ga sendirian. Aku cuma mau support aja supaya kuliah kamu cepet
selesai. Dan kamu cepet dapet pekerjaan yang layak. Jadi kamu bisa bantu mama
sama papa..klo cewek itu atau nanti sayang menemukan cewek yang sayang cintai
dan sayangi, kenalin ke aku yaaa..sayang harus cari cewek yang lebih baik dari
aku..
Po
Iya sayangku
Po
Tapi buat sekarang cuma kamu Winnie yang aku sayang yang aku cinta
Po
#stickerhugsandkiss
Winnie
#stickerlinesmile
Winnie
Makasih ya udah sayang sama aku.
Jangan sakitin dia ya. Jangan sakitin cewek mana pun.
Po
Aku sayang kamu
Po
Aku cinta kamu. Aku sayang dan
cinta Winnie
Bis masih membawa Winnie pulang dan ketika membaca itu semua semakin deras untuk air mata yang tumpah.
Well, its so hurt..right?
Itu sepenggal cerita antara
Po dan Winnie. Menyakitkan, sedih, kecewa semua bercampur menjadi satu dan tidak
ada yang bisa dilakukan. Hanya bisa berdoa dan tetap tersenyum. Juga mengungkapkan
rasa syukur telah diberi kesempatan untuk mengenal Po.
Tuesday, June 23, 2015
Part 2
Hello, Mr. Hello..
Ada yang berbeda dengan Mr. Hello akhir-akhir ini. Entah ini hanya perasaan aja atau emang kenyataannya berbeda. Wait. Ada yang ingin diceritakan lebih dulu mengenai seseorang yang bernama Galih. Siapakah Galih? Galih ini teman sekolahnya Mr. Hello sekaligus teman 1 kosan Mr. Hello. Singkat cerita, suatu hari Galih menceritakan semua hal mengenai dirinya sama gw. Jujur setelah mendengar kisah hidupnya, gw kaget dan ngerasa Galih akan menjadi seseorang yang hebat dan kuat, sama kayak Mr. Hello. Kerasnya hidup Galih sudah merasakannya mulai awal masuk SMP. Waaaw..gw aja ga pernah merasakan dan mengalami kayak apa yang dirasakan Galih, membayangkan pun ga pernah. Galih udah gw anggep kayak adek gw sendiri. Banyak kesamaan gw sama dy terutama password unlocked HP kita sama. Galih udah gw anggep kayak adek gw sendiri, gw bisa ngbrol dan sharing apapun sama dia. Suatu saat pas lagi ngobrol sama Galih, tiba2 muncul pertanyaan yang bikin gw kaget. "Kak, pernah ga sedikit aja ngeliat Mr. Hello itu sebagai Mr. Hello bukan karena dia mirip?" Agak kaget juga siy ditanya hal kayak gini. Dan dengan pasti juga tegas gw jawab pertanyaan itu "Iya Lih. Gw liat dy sebagai dy bukan karena dy mirip. Awalnya emang gw ngeliat mirip, semakin gw mengenal dy itu beda banget sama Mbot. Amat sangat jauh berbeda. Mr. Hello jauh lebih baik dari Mbot. Jauh..amat jauh lebih baik dari Mbot." Saat gw awab itu, Galih langsung menatap gw tajem dengan matanya itu. Dan setelah mendengar jawaban itu, dy senyum penuh arti yang ga bisa gw artikan apa maksud dari senyuman itu. Hari pun berlalu begitu cepatnya, dan gw pun disakiti lagi plus dibikin nangis lagi sama Kebo. Lelah, amat sangat lelah dan sakit rasanya sampai ga bisa diungkapkan dengan kata-kata. Gw saat itu butuh teman untuk berbagi, gw coba hubungi Mr. Hello tapi HPnya mati mungkin karena lowbat . Gw coba juga hubungi Dean dan ga diangkat mungkin sudah tidur. Gw coba hubungi Galih dan dy nemenin gw dengan sabar, dengerin cerita gw dan dia pengen nyamperin gw saking gondok dan gregetannya cuma udah terlalu malem dan ga ada angkot, jadilah gw cerita melalui phone.
Thursday, June 4, 2015
Hello..
Hello..udah lama sekali tidak menyentuh blog ini..Huwaaaaaaaa..banyak banget peristiwa dan moment yang terjadi. Mulai saat ini mungkin akan mengganti sapaan dengan "Hello" coz i love that word. Ada faktorny juga siy yang menyebabkan hal ini..hihihiihi..Setelah bersakit-sakit, lelah, dan semua perasaan yang ada untuk kebo, sepertinya 2 minggu ini teralihkan dengan Mr. Hello ^_^
Kalo biasanya fokus dan mengabaikan semua terutama HP saat bareng Kebo, 2 minggu ini disibukkan untuk agak fous dengan HP. Kenapa? Karena media chat internal kantor yang namanya SLACK inilah media ngobrol sama Mr. Hello. Awalnya melihat orang ini karena mirip banget sama Mbot, pria yang mampu dengan serakahnya menempati semua bagian di hati. Mungkin karena hidungnya yang mirip banget. Setelah ngobrol2 cukup banyak, barulah sadar kalau Mr. Hello ini bukan Mbot. Walaupun umur terpaut 9 tahun, Mr. Hello ini mempunyai sikap dan mampu berpikir dewasa bahkan lebih dari yang terpikirkan. Beberapa hal kecil tentang Mr. Hello :
1. Ulang tahunnya sama bulan September
2. Anak bontot dari 5 bersaudara
3. He is can play piano, guitar
4. Instrument dan spirit rock tipe musik kesukaannya
5. Milk lovers
6. Ga bisa makan seledri, bawang, sayur, seafood, tomat, makanan yang berlemak
7. Rendang lovers
8. Laki2 hebat yang menepati janjinya dalam 1 minggu ga ngerokok sama sekali
9. Pinter banget bahasa Inggrisnya
10. Pernah sangat dikecewakan sehingga membentuk diri untuk tertutup dari yang lain
11. Penggila Iron Man
12. Alergi sama yang namanya udang
13. Teman sharing yang sangat baik
Banyak hal mengenai Mr. Hello ini. See you...
Friday, January 16, 2015
Beautiful Rain
Hei..hari
ini, saat ini jam 21.02 aku masih disini, masih dikantor di meja
kerjaku. Cube
tempat kerjaku saat ini sangat indah. Bukan karena barang2 yang ada tapi
letaknya pas sebelah kaca di ketinggian gedung lantai 39 daerah Jakarta
Barat. Saat ini hujan mengguyur dan membasahi bumi. Hujan yang
sepertinya tidak terlalu deras namun sungguh indah. Aku bisa mendengar
suara rintik-rintik hujan bersamaan dengan bunyi klakson mobil atau
motor yang berlalu lalang. Yang terlihat saat ini adalah kaca yang cukup
berembun karena air hujan membasahi bagian luar, dan aku dapat melihat
jalan raya yang cukup dipadati mobil dan motor dari ketinggian lantai
39. Sungguh sangat membuatku makin jatuh cinta dengan hujan. Dan
tiba-tiba entah kenapa aku mengingat 1 kejadian yang sebenarnya tidak
terlalu bagus namun apabla diingat, kejadian itu sungguh romantis
menurutku. Kejadian dimana kita berjalan menyusuri jalan bukan di
trotoar yang telah disediakan namun di pinggir jalan sambil menunggu bis
datang agar aku dapat pulang ke rumah. Sebelumnya pun aku sudah
memperingatkan kita untuk berjalan di trotoar namun kamu meyakinkanku
untuk tetap berjalan di pinggir jalan yang lumayan ramai motor dan mobil
berlalu lalang dengan tujuan agar lebih mudah untukku jika bis itu
datang. Sambil menggandeng tanganku kamu berjalan tepat 1 langkah di
depanku. Ketika sesaat kamu melepaskan tanganmu yang menggandengku itu,
ada motor yang menyerempet dan menyenggol tasku sehingga tali tasku
menyangkut di stang motor dan aku pun terjatuh agak keseret. Spontan aku
pun mengaduh dan memanggil namamu, dan kamu pun sungguh panik juga
emosi dengan seorang bapak yang menabrak itu. Lalu kamu pun meyakinkan
agar bapak itu bertanggung jawab dan membawaku ke RS terdekat untuk
diperiksa karen dengkul kaki kiri sangat sakit, ngilu dan sungguh luar
biasa sakitnya. Ketika sudah berada di UGD dan suster juga dokter
selesai memeriksaku, sambil menunggu hasil rontgen kakiku, kamu menyuruh
bapak itu untuk segera pulang karena kamu sangat marah dengan kejadian
itu. Dan kamu pun menemaniku sambil membersihkan debu jalan yang ada di
telapak tanganku. Tatapanmu tidak akan pernah aku lupakan saat itu. Kamu
pun berkali-kali menanyakan apakah aku baik-baik saja. Dan aku pun
meyakinkanmu untuk yang kesekian kalinya sambil tersenyum dan mengangguk
pasti. Tatapan penuh rasa sayang, khawatir, dan sangat takut
kehilangan, tatapan inilah yang aku lihat dari matamu. Kamu pun mencium
keningku dan meyakinkan dirimu juga meyakinkan aku bahwa kamu sangat
takut kehilangan aku dan minta maaf atas kejadian ini. Setelah pulang ke
tempatmu, kamu pun meyakinkan aku bahwa kamu sungguh takut kehilangan
aku dengan melakukan 1 hal yang membuatku percaya dan yakin akan rasa
takut kehilanganmu juga begitu besar rasa sayang dan cinta yang kamu
miliki untukku. Kamu pun menjaga aku semalaman sambil memelukku dan
sesekali terjaga hanya untuk meyakinkan bahwa aku masih ada disitu.
Terima kasih untuk rasa sayang dan cinta juga rasa takut kehilangan yang
kamu miliki untukku. Aku sangat bahagia dan beruntung memilikimu. Aku
pun merasa menjadi wanita yang sangat special malam itu. Namun, saat
ini..masihkah ada rasa sayang dan cinta juga rasa takut kehilanganku
sebesar seperti saat malam itu? Akankah aku merasakan hal seperti malam
itu? Akankah ada seseorang selain kamu yang memiliki rasa sebesar atau
melebihi rasamu padaku?
Subscribe to:
Posts (Atom)