Friday, June 24, 2016

Sepenggal Kisah Part 2

Begitu dalam rasa yang kita miliki untuk orang lain, bisa menutup mata dan telinga yang kita miliki. Seperti halnya rasa yang dimiliki oleh Winnie kepada Po. Mungkin Po tidak tahu betapa besar dan dalam rasa yang dimiliki Winnie kepadanya. Mungkin Po juga belum bisa percaya begitu saja ketika Winnie mengungkapkan rasa itu. Bagi Winnie, Po sudah merubah Winnie. Banyak pengaruh positif yang diterapkan Winnie ketika mengenal dan dekat dengan Po. Winnie yang coffee addicted berubah menjadi Winnie chocolate and milk lovers. Yang biasanya setiap hari selalu minum black coffee, sekarang minum susu dan lebih banyak minum air putih. Winnie yang sering makan indomie saat ini menjadi Winnie yang makan indomie hanya 1 kali dalam sebulan. Winnie menjadi lebih bahagia, semangat dalam beraktivitas, dan kembali lagi menjadi Winnie yang ceria dimana senyum yang dia punya sering dipamerkan dan diperlihatkan kepada orang-orang di sekitarnya. Sampai-sampai ada beberapa temannya yang mengatakan "Sekarang makin cantik deh. Inner beauty-nya cetar banget. Bahagia banget ya sama yang sekarang?" Setiap dipuji seperti itu, Winni tersenyum dan tak lupa untuk bersyukur dalam hatinya sambil bilang "Masa siy? Makasih ya pujiannya. Iya bahagia banget." Lalu beberapa teman mengatakan "Pasti yang sekarang lebih baik dibanding sebelumnya. Dia pasti orang baik." Dengan penasaran atas ungkapan itu Winnie bertanya kembali "Orang baik? Tau dari mana? Kan belum pernah ketemu." Dengan senang temannya menjawab "Iya, dia pasti orang baik karena bisa bikin kakak cetar dan cantik kayak sekarang. Kakak jadi keliatan fresh banget. Aku doain Kak supaya langgeng sama yang sekarang dan supaya jadi seterusnya sampe nyebar undangan. Aamiin." Dengan senyum cerianya Winnie mengatakan "Aamiin. Makasih ya buat doa dan pujiannya. Dia memang baik, sangat baik."

Dibalik itu Winnie pun menyadari kalau dia bukan satu-satunya wanita bagi Po. Bisa jadi Po merasa sepi dan Winnie menjadi teman di kala sepi melanda. Entah apa yang dirasakan Po. Hanya Tuhan dan Po yang tahu bagaimana dan seperti apa perasaan Po sebenarnya. Di satu sisi Winnie sangat bahagia menjadi bagian dalam hidup Po namun tidak naif juga Winnie pun terkadang merasa sedih dan perih atas kenyataan itu. Terkadang Winnie curious dan masih curious dengan sosok wanita yang memilliki ID Line 'Sayangnya Aku'. Hati Winnie kadang bertanya 'Sebesar itukah rasa sayang yang dimiliki Po untuk wanita itu sampai-sampai ID Linenya diubah? Benarkah Po menyayangi aku, Tuhan? Benarkah semua ucapan Po? Tuhan, hilangkan iri yang aku rasakan ini. Sungguh bahagianya wanita itu.' Namun Winnie tidak bisa memungkiri rasa sayang yang dia miliki untuk Po. Wanita mana siy yang ga mau namanya disimpan dengan nama unik/nama kesayangan pacarnya. Winnie tidak bisa berbuat apa-apa. Dia hanya bisa menghela napas sejenak dan panjang ketika pertanyaan-pertanyaan itu muncul. Winnie hanya tersenyum dan selalu berusaha menjadi yang terbaik juga memberikan yang terbaik serta melakukan yang terbaik yang bisa dia lakukan semaksimal mungkin. Ketika rasa iri dan pertanyaan itu muncul, yang dilakukan Winnie hanya menutup mata, menghela napas panjang beberapa kali, dan membayangkan Po tersenyum untuknya sambil menguatkan diri juga mengatakan kepada dirinya sendiri kalau Winnie kuat, everything is okay, and I'll be fine. Dan membayangkan ada papa yang memeluknya dengan segala kehangatan yang membuat Winnie tenang. Ya..seperti itulah almarhum papa menenangkan Winnie. Dengan pelukan hangatnya dan kata-kata papa yang selalu membuatnya tenang ("Anak papa harus kuat, pasti bisa. Everything is okay, I'm here and you will be fine."). Seperti inilah yang selalu dilakukan Winnie ketika menghadapi situasi yang kurang baik.

Saturday, June 18, 2016

Sepenggal Kisah

"Sayang, pinjem charger dong. HP aku lowbat niy." Ujar Po.
"Iya sayang, ambil aja ya." Jawab Winnie yang lagi mandi. Sambil nunggu Winnie mandi, Po tidur-tiduran dan nonton tivi. Setelah Winnie mandi saat ingin ngobrol, yang ditemukan ternyata laki-laki kesayangannya terlelap tidur. Winnie duduk di sebelahnya sambil menatap kekasihnya dan tersenyum. Sesaat Winnie mengatakan 'Tuhan, aku sayang sama lelaki ini.' tentunya dalam hati. Di luar geluduk sudah mulai berdentam, dan Winnie membereskan barang-barangnya karena ingin pulang setelah Po bangun. Ketika sedang membereskan tisu yang ada di samping HP Po, tiba-tiba ada message line yang masuk. Otomatis dan spontan mata Winnie tertuju ke HP itu. 

Sayangnya Aku
Tayaaaaaang <3 <3 <3

'Whaaaaaatt?? Who is she? What the hell??' ujar Winnie dalam hati yang terduduk setelah membaca previous message itu. 'Ternyataa..Po sama aja dengan Kebo. Kenapa Tuhan? Kenapa gini.' Beberapa butir air mata jatuh dan Winnie langsung menyeka air matanya karena dia ga mau Po melihat air mata itu. Seketika hujan deras jatuh membasahi bumi. Langit pun mengerti dengan hatinya. Saat gluduk berdentam keras, Po terbangun dari tidurnya. 

"Sayang, kok duduk disitu siy? Duduk sini sayang. Di lantai kan dingin." Lalu Winnie tersenyum dan duduk samping Po. Po melihat ada yang aneh dengan raut muka Winnie.
"Sayang, kamu kenapa?" Tanya Po sambil meraih wajah kekasihnya. 
"Aku gpp kok. Hehehehhee." Jawab Winnie sambil memaksakan senyumnya agar terlihat biasa. 
"Bener gpp?" Tanya Po memastikan dan dijawab dengan anggukan kepala dari Winnie. Winnie pun tidak kuat menahan sedih dan sakitnya ini. Dia masih shock dengan apa yang dia temukan. Lalu Winnie memeluk Po dan menyembunyikan kepalanya di punggung Po. Air mata pun ikut menetes sama seperti hujan yang turun semakin deras. Winnie berusaha untuk segera menghapusnya.
"Sayang, kamu kenapa?" Tanya Po cemas.
"Aku gpp kok. Aku mau tanya boleh?" Tanya Winnie masih sambil memeluk Po.
"Iya sayang. Kenapa?"
"Kamu sayang sama aku?" Tanya Winnie.
"Iya sayang. Kenapa emangnya?"
"Beneran?"
"Iya sayangku. Kamu kenapa ih?" Tanya Po yang mulai cemas dan ngerasa ada yang ga beres sama kekasihnya. Lalu Po meraih wajah Winnie. Winnie pun tersenyum dan berusaha senormal mungkin.
"Kamu kenapa Sayang?" Tanya Po yang dijawab dengan senyuman dan gelengan kepala Winnie. Lalu Po mengecup bibir Winnie cukup lama. Rasa sakit yang dirasa makin menjadi.
"Yuk siap-siap. Aku laper, kita maem yuk!" Ajakan Winnie setelah Po selesai menciumnya.
"I love you." Ujar Po yang sekali lagi mencium bibir Winnie. Tak lama mereka sedikit hujan-hujanan untuk sampai ke tempat makan. Sesampainya di tempat makan Winnie hanya memandang wajah Po dan agak diam dibanding biasanya. Po sedang mengecek HPnya dan senyum sekilas. 'Mungkin Po baru baca pesan itu dan membalasnya. Tuhan, kuatkan aku.' ujar hati Winnie . Betapa sakit rasa itu dan Winnie senang melihat senyum di wajah Po walaupun senyum itu bukan untuknya. Po masih ada yang ga biasa dengan Winnie.
"Sayang, kamu kenapa?" Tanya Po sambil menggenggam tangan Winnie.
"Gpp kok. Emang aku kenapa?" Tanya Winnie sambil menarik tangannya dan mengecek HPnya. Setelah selesai makan Po mengantar Winnie untuk mendapatkan bis karena Winnie harus pulang. Rasa penasaran itu semakin menjadi dan Winnie mengumpulkan keberaniannya untuk bertanya. Tiba-tiba Po menggandeng tangan Winnie padahal biasanya kalo lagi nunggu bis ga pernah menggandeng tangan Winnie.
"Sayang.."  ujar Winnie.
"Iya sayang." sahut Po sambil memandang mata Winnie.
"Aku mau tanya. Tapi jangan marah ya.." sahut Winnie.
"Iya sayang mau tanya apa?" 
"Mmmm..janji jangan marah dan jawab jujur yaa." 
"Iya sayangkuuu. Kenapa sayang?" Tanya Po sambil menggenggam kedua tangan Winnie. Winnie menatap mata Po, begitu pun dengan Po.
"Kamu sayang sama aku?" Tanya Winnie.
"Iya sayang, aku sayang kamu."
"Beneran?" Tanya Winnie lagi.
"Iya sayang. Aku sayang kamu. Sayang banget. Kenapa siy Sayang? Kok nanya gitu terus?"
"Mmmm..Tadi yang di line siapa?"
"Line? Line yang mana?" tanya Po sambil mengerutkan kening.
"Yang di Line. Yang ID linenya 'Sayangnya Aku'. Itu siapa?" Po kaget dengan pertanyaan itu dan sedikit terbelalak. 'Dari mana Winnie tau?' ujar hati Po.
"Itu bukan siapa-siapa sayang." Jawab Po sambil menatap dalam mata Winnie.
"Boong. Hayoo..aku gpp kok. Dia siapa?" Tanya Winnie sambil tersenyum.
"Itu tuh bukan siapa-siapa. Cuma temen aja." Lalu Winnie sambil tersenyum menatap Po.
"Siapa? Namanya siapa?" Tanya Winnie.
"Cuma temen sayang. Bukan siapa-siapa. Sumpah."
"Namanya siapa? Rumahnya dimana?" Tanya Winnie.
"Ga tau. Ga punya nama." Jawab Po.
"Ooow..jadi ga punya nama ya, makanya ID linenya dikasih nama 'Sayangnya Aku'?" Tanya Winnie sambil tertawa kecil.
"Hm..udah ih ga usah dibahas. Aku ga ada apa-apa sama dia. Cuma temen aja."
"Aku ga apa-apa. Dia siapa? Ga mungkin kan cuma temen tapi nama IDnya gitu? Aku gpp kok, beneran."
"Udah ah, nanti kamu nangis ih." Ujar Po.
"Aku janji ga nangis. Beneran deh. Janji ga nangis." Jawab Winnie sambil senyum dan mempererat genggamannya. Po hanya terdiam menatap Winnie.
"Dia kuliah ya?" Tanya Winnie.
"Hm..iya." Jawab Po singkat.
"Kalian kenal dimana? Dia kuliah dimana? Rumahnya dimana? Namanya siapa?" Tanya Winnie tetap dengan senyum.
"Aku kenal di chat. Dia di Jogja. Udah ih, cuma temen aja. Aku ga ada apa-apa sama dia. Sumpah." Ujar Po.
"Oww..kenal di chat. Cantik ya? Mau liat fotonya dong." Ujar Winnie.
"Ga tau. Aku juga belum pernah ketemu. Aku ga ada apa-apa sama dia. Sumpah."
"Kamu sayang sama dia?"
"Ga. Aku ga ada apa-apa. Aku sayang sama kamu."
"Hehehehe..kalo kalian pacaran juga gpp kok. Aku gpp, beneran. Aku ga nangis kan? Namanya siapa? Udah berapa lama sama dia?"
"Ga tau, aku ga ada apa-apa sama dia. Belum pernah ketemu juga. Aku sayang sama kamu." Ujar Po. Lalu Winnie hanya tersenyum sambil menatap Po. Po mempererat genggamannya. Winnie masih diam dan tersenyum sambil menatap mata Po.
"Hmm..Udah lumayan lama. Sebelum sama kamu, aku sama dia. Sekitar 6 bulan." Kata Po bersalah.
"Aku cuma sayang sama kamu. Demi Allah aku sayangnya cuma sama kamu." Ujar Po meyakinkan dan Winnie hanya tersenyum.
"Hehehehehe..makasih ya udah sayang sama aku." Ujar Winnie.
"Ya Allah, beneran aku cuma sayang sama kamu. Demi Allah cuma kamu yang aku sayang." Ujar Po meyakinkan Winnie dan mencium tangan Winnie. Winnie hanya tersenyum dan tetap memberikan perintah dengan tegas kepada otaknya untuk tidak menjatuhkan air mata.
"Aku mau peluk kamu. Aku mau cium kamu." Ujar Po dan Winnie hanya tersenyum.
"Tuh bisnya udah dateng." Sahut Po.
"Tapi kan ceritanya belum selesai. Namanya siapa?" Tanya Winnie.
"Udah ih, nanti bisnya lama lagi."
"Gpp naik yang nanti aja atau nanti naik taksi."
"Naik ini aja biar ga kemaleman. Aku khawatir kalo kamu pulang malem." Ujar Po. Lalu Po dan Winnie saling menatap dalam mata satu sama lain. 'Tuhan, aku sayang dia.' ujar hati Winnie. Winnie pun menuruti Po.
"Okay aku naik sekarang nanti cerita ya."
"Iya nanti cerita." Ujar Po. Lalu Winnie segera naik bis itu. Setelah duduk Winnie menatap Po yang masih menunggu di luar sana sambil menatap Winnie khawatir. Sesaat bis pun jalan dan air mata yang dari tadi ditahan pun dengan derasnya membasahi pipi Winnie. Winnie tidak pernah menyangka akan seperti ini. Tidak pernah terbayang Po akan seperti ini. Hubungan terakhir sebelum dengan Po, Winnie pun menjadi korban. Pacar sebelumnya, Kebo, selingkuh dengan cewek lain, dan sekarang dengan Po, Winnie yang menjadi selingkuhan. Ironis. Po tidak langsung pulang karena harus mengambil motor di penitipan motor. Po sangat merasa bersalah dan khawatir dengan Winnie. HP Winnie memberikan notifikasi line. Ternyata dari Po.

Po
Ati2 ya sayang

Po
Yg itu tuh cuma temen aku aja

Po
Sumpah yg aku sayang skrg ini cuma kamu aja

Po
#stickerlipskissing

Winnie pun membalas line itu.

Winnie 
Ati2 ya pulangnya. Namanya siapa?

Po membalas line itu.

Po
Jangan jadi pikiran buat sayang

Po
Aku cerita ke mama aja pacar aku yg rumahnya di Jakarta

Winnie membalas line Po.

Winnie 
Namanya siapa?

Po
Aku sayang kamu

Winnie 
Aku gpp sayang. Wajar kok kalo kamu punya pacar yang lain. Aku ga minta apa-apa. Aku cuma mau temenin kamu aja kok. Biar kamu ga sendirian. Aku cuma mau support aja supaya kuliah kamu cepet selesai. Dan kamu cepet dapet pekerjaan yang layak. Jadi kamu bisa bantu mama sama papa..klo cewek itu atau nanti sayang menemukan cewek yang sayang cintai dan sayangi, kenalin ke aku yaaa..sayang harus cari cewek yang lebih baik dari aku..

Po 
Iya sayangku

Po
Tapi buat sekarang cuma kamu Winnie yang aku sayang yang aku cinta

Po
#stickerhugsandkiss

Winnie 
#stickerlinesmile

Winnie 
Makasih ya udah sayang sama aku. Jangan sakitin dia ya. Jangan sakitin cewek mana pun.

Po
Aku sayang kamu

Po 
Aku cinta kamu. Aku sayang dan cinta Winnie 

Bis masih membawa Winnie pulang dan ketika membaca itu semua semakin deras untuk air mata yang tumpah. Well, its so hurt..right?

Itu sepenggal cerita antara Po dan Winnie. Menyakitkan, sedih, kecewa semua bercampur menjadi satu dan tidak ada yang bisa dilakukan. Hanya bisa berdoa dan tetap tersenyum. Juga mengungkapkan rasa syukur telah diberi kesempatan untuk mengenal Po. 

Tuesday, June 23, 2015

Part 2

Hello, Mr. Hello..

Ada yang berbeda dengan Mr. Hello akhir-akhir ini. Entah ini hanya perasaan aja atau emang kenyataannya berbeda. Wait. Ada yang ingin diceritakan lebih dulu mengenai seseorang yang bernama Galih. Siapakah Galih? Galih ini teman sekolahnya Mr. Hello sekaligus teman 1 kosan Mr. Hello. Singkat cerita, suatu hari Galih menceritakan semua hal mengenai dirinya sama gw. Jujur setelah mendengar kisah hidupnya, gw kaget dan ngerasa Galih akan menjadi seseorang yang hebat dan kuat, sama kayak Mr. Hello. Kerasnya hidup Galih sudah merasakannya mulai awal masuk SMP. Waaaw..gw aja ga pernah merasakan dan mengalami kayak apa yang dirasakan Galih, membayangkan pun ga pernah. Galih udah gw anggep kayak adek gw sendiri. Banyak kesamaan gw sama dy terutama password unlocked HP kita sama. Galih udah gw anggep kayak adek gw sendiri, gw bisa ngbrol dan sharing apapun sama dia. Suatu saat pas lagi ngobrol sama Galih, tiba2 muncul pertanyaan yang bikin gw kaget. "Kak, pernah ga sedikit aja ngeliat Mr. Hello itu sebagai Mr. Hello bukan karena dia mirip?" Agak kaget juga siy ditanya hal kayak gini. Dan dengan pasti juga tegas gw jawab pertanyaan itu "Iya Lih. Gw liat dy sebagai dy bukan karena dy mirip. Awalnya emang gw ngeliat mirip, semakin gw mengenal dy itu beda banget sama Mbot. Amat sangat jauh berbeda. Mr. Hello jauh lebih baik dari Mbot. Jauh..amat jauh lebih baik dari Mbot." Saat gw awab itu, Galih langsung menatap gw tajem dengan matanya itu. Dan setelah mendengar jawaban itu, dy senyum penuh arti yang ga bisa gw artikan apa maksud dari senyuman itu. Hari pun berlalu begitu cepatnya, dan gw pun disakiti lagi plus dibikin nangis lagi sama Kebo. Lelah, amat sangat lelah dan sakit rasanya sampai ga bisa diungkapkan dengan kata-kata. Gw saat itu butuh teman untuk berbagi, gw coba hubungi Mr. Hello tapi HPnya mati mungkin karena lowbat . Gw coba juga hubungi Dean dan ga diangkat mungkin sudah tidur. Gw coba hubungi Galih dan dy nemenin gw dengan sabar, dengerin cerita gw dan dia pengen nyamperin gw saking gondok dan gregetannya cuma udah terlalu malem dan ga ada angkot, jadilah gw cerita melalui phone. 

Thursday, June 4, 2015

Hello..

Hello..udah lama sekali tidak menyentuh blog ini..Huwaaaaaaaa..banyak banget peristiwa dan moment yang terjadi. Mulai saat ini mungkin akan mengganti sapaan dengan "Hello" coz i love that word. Ada faktorny juga siy yang menyebabkan hal ini..hihihiihi..Setelah bersakit-sakit, lelah, dan semua perasaan yang ada untuk kebo, sepertinya 2 minggu ini teralihkan dengan Mr. Hello ^_^

Kalo biasanya fokus dan mengabaikan semua terutama HP saat bareng Kebo, 2 minggu ini disibukkan untuk agak fous dengan HP. Kenapa? Karena media chat internal kantor yang namanya SLACK inilah media ngobrol sama Mr. Hello. Awalnya melihat orang ini karena mirip banget sama Mbot, pria yang mampu dengan serakahnya menempati semua bagian di hati. Mungkin karena hidungnya yang mirip banget. Setelah ngobrol2 cukup banyak, barulah sadar kalau Mr. Hello ini bukan Mbot. Walaupun umur terpaut 9 tahun, Mr. Hello ini mempunyai sikap dan mampu berpikir dewasa bahkan lebih dari yang terpikirkan. Beberapa hal kecil tentang Mr. Hello :
1. Ulang tahunnya sama bulan September
2. Anak bontot dari 5 bersaudara
3. He is can play piano, guitar
4. Instrument dan spirit rock tipe musik kesukaannya
5. Milk lovers
6. Ga bisa makan seledri, bawang, sayur, seafood, tomat, makanan yang berlemak
7. Rendang lovers
8. Laki2 hebat yang menepati janjinya dalam 1 minggu ga ngerokok sama sekali
9. Pinter banget bahasa Inggrisnya
10. Pernah sangat dikecewakan sehingga membentuk diri untuk tertutup dari yang lain
11. Penggila Iron Man
12. Alergi sama yang namanya udang
13. Teman sharing yang sangat baik

Banyak hal mengenai Mr. Hello ini. See you...

Friday, January 16, 2015

Beautiful Rain

Hei..hari ini, saat ini jam 21.02 aku masih disini, masih dikantor di meja kerjaku. Cube tempat kerjaku saat ini sangat indah. Bukan karena barang2 yang ada tapi letaknya pas sebelah kaca di ketinggian gedung lantai 39 daerah Jakarta Barat. Saat ini hujan mengguyur dan membasahi bumi. Hujan yang sepertinya tidak terlalu deras namun sungguh indah. Aku bisa mendengar suara rintik-rintik hujan bersamaan dengan bunyi klakson mobil atau motor yang berlalu lalang. Yang terlihat saat ini adalah kaca yang cukup berembun karena air hujan membasahi bagian luar, dan aku dapat melihat jalan raya yang cukup dipadati mobil dan motor dari ketinggian lantai 39. Sungguh sangat membuatku makin jatuh cinta dengan hujan. Dan tiba-tiba entah kenapa aku mengingat 1 kejadian yang sebenarnya tidak terlalu bagus namun apabla diingat, kejadian itu sungguh romantis menurutku. Kejadian dimana kita berjalan menyusuri jalan bukan di trotoar yang telah disediakan namun di pinggir jalan sambil menunggu bis datang agar aku dapat pulang ke rumah. Sebelumnya pun aku sudah memperingatkan kita untuk berjalan di trotoar namun kamu meyakinkanku untuk tetap berjalan di pinggir jalan yang lumayan ramai motor dan mobil berlalu lalang dengan tujuan agar lebih mudah untukku jika bis itu datang. Sambil menggandeng tanganku kamu berjalan tepat 1 langkah di depanku. Ketika sesaat kamu melepaskan tanganmu yang menggandengku itu, ada motor yang menyerempet dan menyenggol tasku sehingga tali tasku menyangkut di stang motor dan aku pun terjatuh agak keseret. Spontan aku pun mengaduh dan memanggil namamu, dan kamu pun sungguh panik juga emosi dengan seorang bapak yang menabrak itu. Lalu kamu pun meyakinkan agar bapak itu bertanggung jawab dan membawaku ke RS terdekat untuk diperiksa karen dengkul kaki kiri sangat sakit, ngilu dan sungguh luar biasa sakitnya. Ketika sudah berada di UGD dan suster juga dokter selesai memeriksaku, sambil menunggu hasil rontgen kakiku, kamu menyuruh bapak itu untuk segera pulang karena kamu sangat marah dengan kejadian itu. Dan kamu pun menemaniku sambil membersihkan debu jalan yang ada di telapak tanganku. Tatapanmu tidak akan pernah aku lupakan saat itu. Kamu pun berkali-kali menanyakan apakah aku baik-baik saja. Dan aku pun meyakinkanmu untuk yang kesekian kalinya sambil tersenyum dan mengangguk pasti. Tatapan penuh rasa sayang, khawatir, dan sangat takut kehilangan, tatapan inilah yang aku lihat dari matamu. Kamu pun mencium keningku dan meyakinkan dirimu juga meyakinkan aku bahwa kamu sangat takut kehilangan aku dan minta maaf atas kejadian ini. Setelah pulang ke tempatmu, kamu pun meyakinkan aku bahwa kamu sungguh takut kehilangan aku dengan melakukan 1 hal yang membuatku percaya dan yakin akan rasa takut kehilanganmu juga begitu besar rasa sayang dan cinta yang kamu miliki untukku. Kamu pun menjaga aku semalaman sambil memelukku dan sesekali terjaga hanya untuk meyakinkan bahwa aku masih ada disitu. Terima kasih untuk rasa sayang dan cinta juga rasa takut kehilangan yang kamu miliki untukku. Aku sangat bahagia dan beruntung memilikimu. Aku pun merasa menjadi wanita yang sangat special malam itu. Namun, saat ini..masihkah ada rasa sayang dan cinta juga rasa takut kehilanganku sebesar seperti saat malam itu? Akankah aku merasakan hal seperti malam itu? Akankah ada seseorang selain kamu yang memiliki rasa sebesar atau melebihi rasamu padaku?

Thursday, December 18, 2014

Berakhirkah?

Hai..hai..udah lama banget ya ga posting lagi. Hehehehehe..abis buka-buka lagi coret-coretan yang ada di Word, menemukan kisah dari awal sama Kebo..Ga tau kenapa juga gw nulis-nulis gitu udah kayak anak ABG nulis diary, cuma lebih keren karena diketik pake Word. Banyak banget moment dan kenangan sama manusia satu ini. Mulai dari seneng, sedih, ketawa, nangis, ngirit sengirit-ngiritnya alias bokek massal, mentertawakan kebodohan masing-masing sampe ngakak, nangis sampe pelukan untuk saling menenangkan, jaga yang lagi sakit, tepar bareng, beberes, nyuci baju dan sprei atau sepatu, makan, nonton tivi, berangkat dan pulang kerja, melipir sekedar kuliner, ngebolang seharian ke Bogor or Anyer, kesel-keselan. Dan masih banyak lagi moment dan saat-saat yang dilakukan bersama. 3 tahun bareng dan mendampinginya membuat gw mengenal sosok Kebo dengan sangat baik. Semua rasa sudah pernah dirasakan, dari rasa bahagia tinggi melambung sampai hampa dan kosong tidak bersisa. Ga cuma itu, banyak banget pelajaran hidup yang bisa gw pelajari untuk menghadapi hidup dan masalah apapun di dunia ini. Bersama dia, gw merasa dicintai dan mencintai, berarti untuk hidup seseorang, betapa pentingnya diri ini untuk seseorang, merasa special, merasa satu-satunya dan menjadi dunia seseorang. Dia udah seperti teman, sahabat, kakak, ayah, guru, kekasih. Kalau boleh minta sebenernya pengen banget bisa hidup bareng sama dia untuk selamanya. Tapi...hahahahahaha..entah apa rencana Tuhan untuk gw. Seandainya tebing tinggi itu tidak ada, mungkin udah dari 2 tahun lalu bisa hidup bareng dengan Kebo untuk selamanya. Saat dia mengutarakan hal itu bahagia rasanya dan merasa sangat special. "Would you marry me?" "Please stay with me forever!" Dialah orang pertama kali yang mengatakan hal ini seumur hidup gw dan membuat gw bener-bener speechless dengan 2 pertanyan itu. Saat itu yang gw lakukan adalah senyum bahagia dengan menahan air mata bahagia yang sedikit lagi keluar dan mengangguk dengan pasti sambil bertanya 3 kata untuknya, "Yes, but HOW?" Tebing ini terlalu tinggi untuk dipanjat. Dan memang tidak bisa dipanjat karena banyak duri di tebing ini. Duri yang akan menyakiti kami berdua jika kami terus memanjat tebing ini. Seandainya tebing ini lenyap tak bersisa, mungkinkah kami akan lebih bahagia? Pertanyaan ini menjadi rahasia dan hanya Tuhan yang tau jawabannya. Terkadang inget kata-kata yang dia ucapkan ketika dia marah dan ngamuk. Kata-kata yang sangat menyakitkan hati, kata-kata yang gw kira hanya karena dia emosi saja. Semua kata-kata itu terkadang terngiang dan berputar dalam kepalaku. Dan ternyata itu semua adalah kata-kata jujur dari hati dan ungkapan dari perasaan yang dia rasakan. Jika wanita itu tidak ada diantara kita, mungkinkah rasa sayang kamu punya untuk aku akan kembali dan lebih besar dibanding sebelumnya? Selama 3 tahun bersama seperti katamu bahwa kamu sayang dan hanya aku satu-satunya sebenarnya hanya 2 tahun kamu benar-benar untukku. Dan 1 tahun terakhir ini kamu hanya berpura-pura untuk menyayangi dan mencitaiku juga berpura-pura menjadi pacarku. Kamu pun mengatakan bahwa perasaanmu untukku sudah tidak ada sama sekali sejak 1 tahun yang lalu, katamu rasa itu sudah berubah menjadi rasa sayang sebagai saudara atau adik. Itu yang selalu kamu katakan dikala marah dan kesal juga emosi menguasai dan menyelimutimu. 1 pertanyaanku yang sampai saat ini kamu tidak bisa menjawab dan hanya diam membisu ketika kulontarkan padahal aku ingin dengar dari mulutmu sendiri seperti saat kamu mengatakan bahwa perasaanmu untukku sudah benar-benar hilang tak bersisa. "Kalau memang perasaanmu itu sudah lenyap tak bersisa untukku, mengapa sampai saat ini kamu memperlakukanku seperti ini, seperti seolah aku penting dan berharga untukmu dan benarkah selama ini kamu hanya berpura-pura?" Masih tidak habis pikir dan menyangka hubungan kita seperti ini. Apakah kita memang sudah berakhir?

Sunday, May 18, 2014

Kesepian

Banyak kisah yang bisa diceritakan yang telah terjadi dalam kehidupan. Kali ini ngin menulis tentang kesepian. Ya..kesepian..semua orang tau dan kenal dengan satu rasa ini. Tidak ada seorang manusia di muka bumi ini yang tidak pernah merasa kesepian. Tantangannya adalah bagaimana cara kita mengatasinya. Apakah kita akan terpuruk dan tenggelam dalam rasa itu atau kita bangkit dan mengalahkan rasa itu. Ketika semua teman sibuk dengan dunia mereka masing-masing, tidak ada yg bisa selalu menemani selain diri sendiri. Maka hal pertama yang harus dilakukan adalah bersahabat dengan diri sendiri. Tidak ada yg bisa menyemangati selain diri kita sendiri. 

Pernahkah kalian merasa atau mengalami suatu kondisi yang dimana sangat membutuhkan seorang teman untuk berbagi, tapi ga ada satupun yang bisa menemani bahkan sahabatmu sekalipun. Di saat semua menumpuk menjadi satu di kepala rasanya mau pecah. Selain bersahabat dengab diri sendiri, cara kedua yang paling ampuh adalah doa. Hehehehehe..